Jumat, 04 Maret 2016

Tatap

“...dan lagi-lagi, aku rindu akan bibirmu yang merah jambu itu. Cappucinno keparat...”
___
TATAP
Dalam senyum lengkung yang kuraut, aku menatapmu.
Lekat.
Dalam.
Dalam diam.
Dalam-dalam.
Pikiranku kembali berkecamu, berputar-putar mencerna setiap memori yang tersangkut.
Tapi tak ada benang yang kemudian terajut.
Aku melarat .
Aku sekarat!
Dan kau tahu itu...
Maka aku mempersilahkan bisu menjejak setiap dinding tembok kamarmu, dengan mata kita yang tetap beradu padu.
Hingga aku berusaha memberitahumu dalam diam., bahwa aku ingin selalu hidup.
Dalam dirimu...
[Ai]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar