Hal yang Dilakukan Nabi Muhammad saw Ketika Menjumpai Gerhana
Gerhana merupakan sebuah fenomena alam yang diciptakan oleh
Allah swt untuk memperlihatkan tanda-tanda
kebesaran-Nya, baik itu gerhana matahari ataupun bulan. Gerhana matahari
terjadi disaat Allah swt menempatkan
posisi bulan yang berada di antara matahari dan bumi sehingga menghalangi
cahaya matahari sampai ke bumi. Sementara gerhana bulan terjadi apabila keadaan
bumi berada di antara matahari dan bulan yang menyebabkan bulan tidak
memantulkan cahaya matahari ke bumi. Pada zaman nabi Muhammad saw telah terjadi satu kali kejadian
gerhana matahari. Menurut ulama, gerhana ini terjadi pada 29 Rabi’ul Awal tahun
10 Hijriyah, yaitu pada akhir bulan Hijriyah sedangkan gerhana bulan pula
terjadi pada pertengahan bulan Hijriyah, bertepatan dengan meninggalnya putra
beliau yang tercinta yaitu Ibrahim. Maka saat itulah muncul banyak isu dan
mitos kematian seseorang yang memiliki keterkaitan khusus dengan gerhana
seperti yang telah ada sejak zaman jahiliyah dahulu. Nabi yang mendengar desas-desus
dan khawatir mitos itu berkembang dalam kalangan kaum Muslimin segera membantah
isu tersbut. Rasulullah saw menjelaskan
bahwa kejadian gerhana bukan disebabkan oleh kematian atau kelahiran seseorang.
Menurut beliau, kejadian gerhana merupakan sebuah tanda kebesaran Allah yang
ditunjukan kepada para hambanya agar semakin takut kepada Allah swt dan memperhatikan tanda-tanda
kebesaran-Nya. Seperti dalam sabda beliau: Dari
Abu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya matahari
dan bulan merupakan dua tanda kebesaran Allah, di mana Allah menakuti
hamba-Nya. Tidak terjadi gerhana kerana kematian seseorang manusia, akan tetapi
keduanya merupakan dua tanda kebesaran Allah, apabila kamu menyaksikannya, maka
laksanakan solat dan berdoalah kepada Allah sehingga dikembalikan kembali oleh
Allah” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam beberapa riwayat yang lain, bila nabi
Muhammad menjumpai gerhana maka raut muka beliau akan berubah layaknya orang
yang takut dan khwatir, beliau saw akan
berdoa sehingga mengalirkan air mata kerana bimbang Allah swt akan mengazab umatnya di sebabkan dosa dan maksiat yang mereka
lakukan. Selain dianjurkan melaksanakan shalat dan khutbah disaat gerhana
menyapa, Rasulullah juga menghimbau umatnya untuk banyak bershadaqoh, banyak
berdzikir, beristigfar dan selalu menyibukan diri dengan amalan-amalan shalih
lainya. -Ai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar