Rintik
Rindu (2R)
Kusapa terangnya Oktober juga udara yang kering
Kurasakan angin kemarau perlahan mengaung
Semilir mengapit rindu pada awan hitam
mengambang
Mengeja bait semesta yang kian meradang
Surga goa yang beraroma kopi
Menyapa bait semesta yang hitam klimis
Bak rambut surga mengintip di balik cendela
kedai
Mengayun riuh denting cangkir kopi dan angan
rintik gerimis
Denting rindu bergemah diseluas semesta
Saat pucuk ranting melambai merana
Rintik kehidupan enggan peka
Singgah pada bola fana
Angin mencumbu sepucuk daun randu
Terlintas angan awan hitam mengetuk atap dengan
merdu
Dunia bersenandung riuh oleh tangis membuat
candu
Namun, pusaran angin kemarau enggan berlalu
Burung camar menuju sarang
Angin tenggara melantunkan rindu bak kapal
perang
Ingatan gaduh melayang
Menanti derai sumber kehidupan di pelataran
Ujung Pandang
Sembari kunikmati sepotong senja dan matahari
tua
Melahirkan kilau jingga
Tempatku menitipkan secangkir rindu
Teruntuk rintik sederhanaku. [Ai]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar