(Gerakan Cinta Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda - Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unisda Lamongan)
Pada dasarnya kuliah sebagai tempat
menimba ilmu juga sebagai pencetak manusia sebagai pembawa perubahan untuk
dunia. Lantas bagaimana dengan mahasiswa yang hanya datang di perkuliahan,
setelah itu pulang tanpa membawa apa-apa (kupu-kupu).
Tidak dapat dipungkiri bahwa
kehidupan mahasiswa zaman sekarang sudah dapat dikatakan glamour. Apalagi mereka-mereka yang kuliah di kampus-kampus
bergengsi. Tak jarang para mahasiswa sekarang berlomba-lomba untuk saling
menonjolkan dirinya. Namun tanpa mereka sadari mereka telah menyia-nyiakan
kehidupan yang sangat berharga sekali sebagai seorang mahasiswa. Mereka seakan
lupa untuk apa mereka berada di kampus tersebut .
Hal yang paling mendasari atas
sikap mereka itu adalah rasa gengsi yang amat besar yang menguasai
mereka. Ketika mereka tak ingin dipandang rendah oleh orang lain, muncullah
perasaan tersebut. Dan ketika itulah ia biasanya sangat menggebu-gebu untuk
menonjolkan dirinya. Mahasiswa dari kalangan keluarga menengah ke bawah
seringkali menjadi korbannya. Khusus untuk mereka harus menyiapkan mental yang
kuat. Ketika rasa gengsi sudah mengambil alih semua perasaan dan pikiran, di
situlah mulai timbul rasa gelisah, cemas, malu dan mereka mulai mencari cara
untuk mengatasi semua hal itu.
Mahasiswa “Kupu-kupu” alias
mahasiswa yang kerjaannya cuma kuliah-pulang
kuliah-pulang, makanya dikatakan
“Kupu-kupu”. Sekalipun kadang-kadang suka di plesetin, Kupu-kupu di sini kepanjangannya adalah kuliah-pusing kuliah-pusing.
Menjadi mahasiswa kuliah-pulang atau
yang kerap disebut kupu-kupu memang menjadi pilihan beberapa orang. Namun,
perlu diketahui, menjadi mahasiswa yang aktif di kampus punya banyak
manfaat. Mahasiswa yang bisa aktif berorganisasi semasa kuliah ibarat
berenang di dalam kolam, hanya memiliki risiko yang kecil. Berbeda dengan
ketika kita belajar organisasi dengan langsung terjun di masyarakat seperti
belajar renang di laut dengan risiko yang besar dan tekanan air yang tidak
menentu. Jangan sampai menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’. Kuliah pulang, kuliah
pulang.
Perlu
kita ketahui tugas utama mahasiswa adalah belajar. Belajar bukan sekadar tatap
muka, namun juga bisa belajar melalui organisasi. Tapi, belajar tidak hanya
dari tatap muka perkuliahan, belajar juga bisa dari aktivitas kita berorganisasi.
Karena, ilmu itu tidak hanya yang bersifat hard skill tapi kita harus
juga mengasah soft skill,”.
Nah,
ketika mahasiswa sudah aktif berorganisasi juga bisa pandai dalam mengatur
waktu, mereka harus bisa menyeimbangkan antara perkuliahan dengan organisasi
yang dijalani. Tidak lupa untuk tetap menyeimbangkan antara kuliah dan
organisasi. Jangan sampai kuliah keteteran karena sibuk berorganisasi. Jadi,
harus pandai mengatur waktu. Dan, jadilah manusia pembelajar, bangun
komunikasi, dan relasi sebanyak mungkin karena hal itu yang akan mengantar
kepada gerbang kesuksesan.
Dan
mahasiswa akademis harus bisa mendapat nilai yang baik di perkuliahan juga bisa
aktif di organisasi, guna mendapat pengalaman dan ilmu yang baik. [Ai]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar