Sabtu, 12 Maret 2016

AKADEMIS VS KUPU-KUPU



(Gerakan Cinta Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda - Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unisda Lamongan)
 
Pada dasarnya kuliah sebagai tempat menimba ilmu juga sebagai pencetak manusia sebagai pembawa perubahan untuk dunia. Lantas bagaimana dengan mahasiswa yang hanya datang di perkuliahan, setelah itu pulang tanpa membawa apa-apa (kupu-kupu).
Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan mahasiswa zaman sekarang sudah dapat dikatakan glamour. Apalagi mereka-mereka yang kuliah di kampus-kampus bergengsi. Tak jarang para mahasiswa sekarang berlomba-lomba untuk saling menonjolkan dirinya. Namun tanpa mereka sadari mereka telah menyia-nyiakan kehidupan yang sangat berharga sekali sebagai seorang mahasiswa. Mereka seakan lupa untuk apa mereka berada di kampus tersebut .
 Hal yang paling mendasari atas sikap mereka itu adalah rasa gengsi yang amat besar yang menguasai mereka. Ketika mereka tak ingin dipandang rendah oleh orang lain, muncullah perasaan tersebut. Dan ketika itulah ia biasanya sangat menggebu-gebu untuk menonjolkan dirinya. Mahasiswa dari kalangan keluarga menengah ke bawah seringkali menjadi korbannya. Khusus untuk mereka harus menyiapkan mental yang kuat. Ketika rasa gengsi sudah mengambil alih semua perasaan dan pikiran, di situlah mulai timbul rasa gelisah, cemas, malu dan mereka mulai mencari cara untuk mengatasi semua hal itu.
Mahasiswa “Kupu-kupu” alias mahasiswa yang kerjaannya cuma kuliah-pulang kuliah-pulang, makanya dikatakan  “Kupu-kupu”. Sekalipun kadang-kadang suka di plesetin, Kupu-kupu di sini kepanjangannya adalah kuliah-pusing kuliah-pusing.
Menjadi mahasiswa kuliah-pulang atau yang kerap disebut kupu-kupu memang menjadi pilihan beberapa orang. Namun, perlu diketahui, menjadi mahasiswa yang aktif di kampus punya banyak manfaat.  Mahasiswa yang bisa aktif berorganisasi semasa kuliah ibarat berenang di dalam kolam, hanya memiliki risiko yang kecil. Berbeda dengan ketika kita belajar organisasi dengan langsung terjun di masyarakat seperti belajar renang di laut dengan risiko yang besar dan tekanan air yang tidak menentu. Jangan sampai menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’. Kuliah pulang, kuliah pulang.
Perlu kita ketahui tugas utama mahasiswa adalah belajar. Belajar bukan sekadar tatap muka, namun juga bisa belajar melalui organisasi. Tapi, belajar tidak hanya dari tatap muka perkuliahan, belajar juga bisa dari aktivitas kita berorganisasi. Karena, ilmu itu tidak hanya yang bersifat hard skill tapi kita harus juga mengasah soft skill,”.
Nah, ketika mahasiswa sudah aktif berorganisasi juga bisa pandai dalam mengatur waktu, mereka harus bisa menyeimbangkan antara perkuliahan dengan organisasi yang dijalani. Tidak lupa untuk tetap menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi. Jangan sampai kuliah keteteran karena sibuk berorganisasi. Jadi, harus pandai mengatur waktu. Dan, jadilah manusia pembelajar, bangun komunikasi, dan relasi sebanyak mungkin karena hal itu yang akan mengantar kepada gerbang kesuksesan.
Dan mahasiswa akademis harus bisa mendapat nilai yang baik di perkuliahan juga bisa aktif di organisasi, guna mendapat pengalaman dan ilmu yang baik. [Ai]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar