Hujan membawa cerita yang sedih menetes
di hamparan nusantara
Sambil meritik seirama, hujan
membawanya mengalir di atas tanah
Ada yang bertanya, sampai mana ia
membawa kisah dukanya
Sampai di ujung hujan?
Sampai ia di samudra bercampur garam
dan kekal tenggelam di sana!
###
Mendung masih kekal masih enggan
meninggalkan Adam yang berjalan sendirian
Sayang ia tak butuh hujan
Apalagi gemuruh petir yang
bersahutan
Ia hanya akan berjalan menunggu
fajar
Fajar yang membawa Hawanya
pulang
###
Tak ada yang lebih hangat dari tatapan
cakrawala yang bersandar di bawahnya
Tak ada yang lebih lembut dari
hembusan senja yang menggoyangkan daun-daun disandarnya
Tak ada yang lebih indah dari senyum Hawa
yang mendiami aliran darah, mengalir dalam kepala, dan tinggal di sana
###
Belum datang malam, bulan sudah
bertengger di atas dahan
Belum sempat fajar, embun menguap
pergi perlahan-lahan
Mungkin sudah tak sabar, mungkin
juga penasaran akan senyummu yang menawan
###
Tidak ada komentar:
Posting Komentar