Minggu, 13 Maret 2016

Sajak Pitu Likur



Hujan membawa cerita yang sedih menetes di hamparan nusantara

Sambil meritik seirama, hujan membawanya mengalir di atas tanah

Ada yang bertanya, sampai mana ia membawa kisah dukanya

Sampai di ujung hujan?

Sampai ia di samudra bercampur garam dan kekal tenggelam di sana!

###

Mendung masih kekal masih enggan meninggalkan Adam yang berjalan sendirian

Sayang ia tak butuh hujan

Apalagi gemuruh petir yang bersahutan

Ia hanya akan berjalan menunggu fajar

Fajar yang membawa Hawanya pulang

###

Tak ada yang lebih hangat dari tatapan cakrawala yang bersandar di bawahnya

Tak ada yang lebih lembut dari hembusan senja yang menggoyangkan daun-daun disandarnya

Tak ada yang lebih indah dari senyum Hawa yang mendiami aliran darah, mengalir dalam kepala, dan tinggal di sana

###

Belum datang malam, bulan sudah bertengger di atas dahan

Belum sempat fajar, embun menguap pergi perlahan-lahan

Mungkin sudah tak sabar, mungkin juga penasaran akan senyummu yang menawan

###

Tidak ada komentar:

Posting Komentar