Sabtu, 05 Maret 2016

Menulis Teks Drama

Keterampilan Menulis dalam Pembelajaran Sastra
Menulis Teks Drama

Dosen Pengampu:
Iib Marzuqi, M.Pd.
 


Oleh:
1.  Afifah Laili Rohmah                       (14320003)
2.  Agustin Nikmatus Sholihah           (14320006)
3.  Ahmad Jaya Afandi                       (14320007)
4.  Aida Udlhiyah Naning Laily         (14320009)



JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN
2015


A. Menulis Teks Drama
            Teks drama sering disebut juga dengan istilah naskah drama. Sebelum penulis menulis teks drama, perlu dipahami struktur yang membangun naskah drama tersebut. Struktur naskah drama tersebut adalah sebagai berikut.
a. Plot/Alur
       Plot atau alur jalinan cerita atau kerangka cerita dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh atau lebih yang saling berlawanan.
b. Penokohan dan Perwatakan
Penokohan erat hubungannya dengan perwatakan. Penokohan merupakan susunan tokoh-tokoh yang berperan di setiap aadegan dalam teks/naskah drama.
c. Dialog (Percakapan)
       Ciri khas naskah drama adalah naskah itu berbentuk percakapan atau dialog. Dialog adalah naskah drama menggunakan ragam bahasa yang komunikatif sebagai tiruan bahasa sehari-hari bukan ragam bahasa tulis.
d. Setting (Tempat, Waktu, dan Suasana)
       Setting (latar cerita) adalah penggambaran waktu, tempat, dan suasana terjadinya sebuah cerita.
e. Tema (Dasar Cerita)
       Tema merupakan gagasan pokok yang mendasari sebuah cerita dalam drama. Tema dikembangkan melalui alur dramatik dalam plot melalui tokoh-tokoh antagonis dan protagonis dengan perwatakan yang berlawanan sehingga memungkinkan munculnya konflik di antara keduannya.
f. Amanat atau Pesan Pengarang
       Sadar atau tidak pengarang naskah drama pasti menyampaikan sebuah pesan tertentu dalam karyanya. Pesan itu dapat tersirat dan tersurat. Pembaca yang jeli akan mampu mencari pesan yang terkandung dalam naskah drama. Pesan dapat disampaikan melalui percakapan antartokoh atau pelaku setiap tokoh.

g. Petunjuk Teknis/Teks Samping
       Dalam naskah drama diperlukan petunjuk teknis atau teks samping yang sangat diperlukan apabila naskah drama itu akan dipentaskan. Petunjuk samping itu berguna untuk petunjuk teknis tokoh, waktu, suasana, pentas, suara, musik, keluar masuk tokoh, keras lemahnyadialog, warna suara, dan sebagainya.
Struktur naskah drama sebagian besar sama dengan struktur pembangun pada prosa. Hal ini berarti penulisan naskah drama tidak jauh berbeda dengan penulisan cerpen atau novel. Perbedaannya, pada penulisan naskah drama seluruh rangkaian cerita disusun dalam bentuk dialog atau percakapan antartokoh yang disertai dengan keterangan tindak lakuan (teks samping) yang dikerjakan oleh para tokoh (biasanya diletakkan di dalam kurung), sedangkan pada cerpen atau novel tidak. Kesamaan struktur naskah drama dengan prosa dapat diaplikasikan pada penulisan teks drama oleh para penulis pemula.
       Untuk memperjelas perbedaan struktur prosa dan teks drama, bandingkan teks drama dengan cerpen pada subbab terdahulu.

B. Contoh Teks Drama
10 NOVEMBER
Karya: Iib Marzuqi

a. Pemain
1. Bu Puji (sebagai ibu guru)
2. Andi (sebagai ketua kelas)
3. Alex (sebagai murid 1)
4. Amel (sebagai murid 2)
5. Muji (sebagai murid 3)
6. Via (sebagai murid 4)



b. Alur Drama
(Lampu menyala pelan. Para siswa mengambil posisi di depan panggung dengan saling berpasang-pasangan, kecuali siswa Andi)
Andi           : He...teman-teman kumpul! Hai teman-teman, Alex, Amel, Via, Muki, ayo
kumpul! (berlari-lari panik).
Alex            : Ada masalah apa, Bapak ketua? Ganggu orang saja. (agak meledek, kesal)
Andi           : Maaf teman-teman, ada hal yang lebih penting.
Amel           :Maksudmu?
Andi           : Ingat ngak, ini tanggal berpa, bulan apa? (para siswa saling memandang)
Muji            : Tanggal 10 Noevember, bulan November, memangnya ada masalah apa?
Alex            :Oh iya, ini ‘kan Hari Pahlawan!
Via              : Lalu?
Andi           : Minggu lalukan ada tugas dari Bu Puji, pada Hari Pahlawan kita diwajibkan
menyanyikan lagu nasional, sebagai bukti rasa terimakasih kita kepada para pahlawan.
Amel           : Oh ya, aku lupa belum latihan!
Via             :Bagaimana kalau kita latihan bersama-sama?
Siswa          : Ayo.....! (serempak)
(Seluruh pemain setuju. Panggung menjadi gelap sejenak. Lampu panggung menyala kembali ketika Bu Puji masuk ke panggung dengan memukul-mukul sesuatu sebagai tanda bel masuk)
Bu Puji       : (teng...teng...teng...) Masuk, masuk, masuk! (para siswa berlari dari arah
yang berbeda) Selamat pagi anak-anak!
Murid         : Selamat pagi Bu Puji.
Bu Puji       : Anak-anak, ayo ambil posisi! Kalian mulai menyanyikan lagu nasional. Andi
sebagai dirijennya! (semua siswa mengambil posisi masing-masing) Lagu pertama adalah Garuda Pancasila!
Andi           : Dengan hitungan satu sampai tiga lagu dimulai!’Tu, dua!
Murid         : Garuda pancasila, rupa-rupa warnanya, hijau kuning kelabu merah mudah
dan....
Bu Puji       : Berhenti-berhenti! Kalian ngawur. Ulangi lagi! (keras)

Andi           : ‘Tu...dua...
Murid         : Garuda pancasila, rupa-rupa warnannya.
Bu Puji       : Berhenti! Bagaimana sih kalian? Hafal tidak?
Murid         : Tidak, Bu... (jawab serentak)
Bu Puji       : Baik, kalau begitu ganti lagu kedua, Ibu Kita Kartini.
Andi           : ‘Tu...dua...!
Murid         : Ibu kita kartini, putri sejati, putri Indonesia, Nadin namanya.
Bu Puji       : Stop! Berhenti! (dengan molotot, mengelilingi siswa) Bagaimana sih? Kalian
penerus bangsa yang payah. Hanya lagu nasional saja, kalian tidak hafal. Lalu, apa makna perjuangan bagi kalian?
Andi           : Kalau dulu perjuangan itu dengan perang, Bu. Tapi kalau sekarang, kata
bapak, perjuangan itu untuk lari dari kejaran polisi, itu karena bapak saya mantan tukang copet.
Murid         : Huuu.... (serentak)
Bu Puji       : Diam kamu! Tambah ngawur saja! Baik., kalau begitu lagu apa yang kalian
hafal?
Murid         : SMS, Buuu.... (jawab serentak)
(Lampu padam. Para pemain mengucapkan terimakasih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar