DESA CUNGKUP
Desa Cungkup tidaklah muncul dengan sendirinya, melainkan ada
sejarahnya. Nama Desa Cungkup berasal dari kata cungkup yang artinya rumah di kuburan. Tetapi bukan berarti Desa
Cungkup merupakan tanah kuburan.
Dahulu sebelum Indonesia merdeka, ada seorang yang bernama
Mbah Senari, beliau adalah orang pengembara yang suka berpindah-pindah untuk
menyebarkan ajaran islam. Pada awalnya Mbah Senari ini jalan-jalan dan berhenti
di suatu tempat, beliau melihat ada sebuah patokan kuburan yang Ia temukan di
tengah-tengah lahan yang luas tersebut. Ternyata lahan yang luas tersebut
dihuni oleh beberapa kepala keluarga. Kemudian Mbah Senari menyuruh kepada
kepala-kepala keluaga tersebut untuk membuatkan rumah kecil sebagai penutup
kuburan yang Ia temukan. Para kepala keluarga pun bertanya mengapa patokan dari
salah seorang keluarga yang tinggal di tempat itu harus dibuatkan rumah sebagai
penutup kuburannya. Mbah Senari pun memberikan penjelasan, bahwa tepat di
tengah-tengah lahan tersebut akan dijadikan tempat pemakaman orang yang tinggal
di lahan yang luas tersebut. Setelah mendengar penjelasan Mbah Senari, para
kepala keluarga pun bergegas untuk membuatkan rumah kecil sebagai penutup
makam.
Mbah Senari pun memutuskan untuk tinggal di tempat lahan yang
luas tersebut dan mendirikan sebuah rumah sederhana sebagai tempat tinggal. Beliau
juga mendirikan sebuah gubuk sebagai tempat beribadah warga setempat. Setiap
hari dari shubuh hingga isya’ Mbah Senari selalu membimbing orang-orang yang
tinggal di tempat tersebut dan mengajarkan ajaran islam di gubuk tersebut.
Beliau mengajarkan ajaran agama dari sholat, mengaji, dan sebagainya.
Tempat tersebut kian berkembang semakin pesat. Tidak hanya
pada bidang agamanya yang diajarkan Mbah Senari, tetapi dalam mengolah
ladang-ladang, berternak, dan sebagainya. Lambat laun banyak sekali orang-orang
yang berdatangan dan mendirikan rumah di tempat lahan kosong yang luas
tersebut.
Mbah Senari pun memutuskan agar tempat ini di beri nama agar
muda dikenali oleh orang lain. Mbah Senari pun memberi nama tempat tersebut
dengan nama Desa Cungkup, karena pada awal datangnya Mbah Senari di tempat
tersebut Mbah Senari menemukan patokan kuburan dan disuruh membuatkan rumah
sebagai penutup kuburan sebagai tanda tempat itu adalah tempat pemakaman. Warga
pun meyetujuinya.
Hari berganti hari, Mbah Senari tidak perna terlihat lagi
membimbing ajaran islam kepada warga tersebut. Warga pun bertanya-tanya, kemana
perginya Mbah Senari. Akhirnya salah seorang warga mendatangi rumah Mbah
Senari, rumah itu tidak terkunci. Seorang warga itupun masuk untuk mencari
beliau. Tetap saja beliau tidak ditemukan.
Suatu ketika ada seorang warga yang menemukan
potongan-potongan rambut yang ada di dekat makam yang perna Mbah Senari minta
untuk dibuatkannya rumah sebagai penutup makam. Warga tersebut mempercayai
bahwa Mbah Senari telah meninggal dunia di tempat tersebut. Padahal di tempat
itu tidak ditemukannya mayat yang tergeletak di tempat itu, tetapi para warga
meyakini bahwa beliau meninggal di tempat tersebut.
Para warga pun membuatkan kuburan yang patokannya bertuliskan
Mbah Senari beserta rumah sebagai penutupnya di samping makam yang perna Ia
suruh untuk memnbuatkan rumah sebagai penutup. Namun, yang dikuburkannya itu
masih menjadi pertanyaan apakah yang dikuburkan itu mayat manusia atau hanya
rambut yang di temukan salah seorang warga tersebut, lalu dikuburkannya.
Sampai saat ini makam Mbah Senari masih didatangi
peziarah-peziarah yang ingin mendoakannya bahkan tempat itu kadang menjadi
tempat sesembahan sebagian orang yang mempercayainya dapat membuat suatu
perubahan dihidupnya dan Mbah Senari ini dipercayai sebagai tokoh yang berperan
di dalam berkembangnya Desa Cungkup tersebut. Namun, tidak semua warga
mempercayai hal tersebut, hanya sebagian saja yang mempercayainya.
Untuk makam Mbah Senari sendiri masih menimbulkan pertanyaan
hingga saat ini. Karena belum ada informasi yang benar-benar nyata adanya.
Hanya ucapan-ucapan dari mulut ke mulut, itupun masih simpang siur (belum ada
kejelasan) apa yang dimakamkan di tempat tersebut. Tetapi sebagian warga
mempercayai bahwa benar adanya Mbah Senari sebagai tokoh yang perna berperan
dalam mendirikan Desa Cungkup sampai saat ini. [Ai]